Bersyukur atas firdaus

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan biasa ke-5, 13 Februari 2019. Kejadian 2,4b-9.15-17; Marukus 7,14-23. Suara: Peter sdb (Injil dan renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Bersyukur Atas Firdaus. Orang Eropa sangat bersyukur atas keindahan alam tanah airnya, namun ketika mereka berkesempatan mengunjungi belahan dunia lain, mereka lebih bersyukur lagi karena dunia ini sangat indah untuk dinikmati. Orang Asia begitu bangga dengan kekayaan alam dan dunia tropisnya. Namun ketika mengalami Eropa atau Amerika, mereka tambah kagum dan bersyukur bahwa dunia ini amat indah.

Orang Amerika sangat memuji budaya dan tanah airnya sebagai surga di dunia, namun ketika datang ke Eropa, Asia atau Afrika, mereka menjadi diperkayai oleh kenyataan dunia ini yang begitu indah dan harus disyukuri. Demikian juga orang Afrika yang sangat yakin dengan keindahan asli tanah airnya penuh dengan hasil bumi. Namun mereka akan bertambah senang dan bersyukur ketika mereka sampai ke Eropa, Amerika, dan Asia untuk ikut mengalami keindahan dunia ini. Kesimpulannya, kita berterima kasih dan kagum dengan Tuhan yang mengadakan dan menyerahkan semua itu kepada kita.

Rasa kagum, bangga, berterima kasih dan bersyukur pertama kali dibuat oleh manusia yang pertama Adam dan Hawa. Setelah mereka diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah sebagai pria dan wanita, Tuhan menempatkan mereka ke taman Firdaus yang begitu lengkap dan indah. Sebenarnya kita semua mengikuti sebuah proses utama yang sama. Saya dilahirkan sebagai orang dari ras dan budaya yang khas, ditempatkan di dalam sebuah lingkungan yang sesuai dengan faktor-faktor keturunan saya. Tuhan membuat kita masing-masing gambar dan rupa-Nya dari sudut ciptaan yang khas tentang diri dan tempat kita berasal.

Maka saya menerima, bangga, dan bersyukur atas penciptaanku dan penempatanku di tempat saya berasal. Anda, dia, dan mereka juga demikian: masing-masing dikarunia pribadi yang khas dan dibuat melekat dengan keindahan dan keutuhan dalam lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan pribadi masing-masing orang. Kejahatan dan dosa timbul ketika seseorang tidak betah dengan lingkungan atau “firdaus” tempat ia berada. Ketika relasi antara seorang dengan yang lainnya di dalam “firdaus” itu bukan lagi sebagai sesama manusia yang bermartabat tetapi musuh yang mengancam dan merugikan, di situ terjadi bencana kemanusiaan. Firdaus berubah menjadi taman dosa.

Hubungan antara pribadi dan pribadi dengan lingkungannya, menurut teks injil pada hari ini, menjadi rusak karena niat jahat dan keinginan negatif yang keluar dari hati manusia. Datangnya kejahatan adalah dari dalam diri manusia. Kita perlu memperkuat rasa syukur dan bangga karena kita dikaruniai rahmat untuk hidup bersama dengan sesama kita di dalam firdaus tempat kita berada, maka kejahatan-kejahatan dapat dihindari dari kehidupan kita. 

Marilah kita berdoa. Dalam nama … Ya Allah kami, semoga Roh-Mu selalu menjiwai hidup kami setiap saat dan di tempat ini. Bapa kami… Dalam nama…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *