Berita gereja dunia disiarkan media La Porta edisi 14 Agustus 2018

Pastor Carlos Riudavets Montes, seorang misionaris berkebangsaan Spanyol dari Kongegasi Serikat Yesus (SY) di temukan tewas dibunuh di dapur sekolah tempat ia bekerja di tengah belantara Amazon, di daerah Yamakai-entsa, Provinsi Bagua, Peru, Amerika Latin. Media online Vatican News memberitakan pada hari Jumat 10 Agustus, bahwa tubuh Pastor Montes ditemukan seorang wanita yang bertugas sebagai pemasak, sudah tidak bernyawa dengan kedua tangan terikat tali dan di sekujur tubuhnya terdapat sejumlah luka tikaman benda tajam. Tidak ada tanda-tanda perampokan atau pencurian sehingga ini diduga sebagai murni pembunuhan. Juru bicara Provinsi Yesuit di Peru, Pastor Victor Hugo Miranda menerangkan ke media bahwa otoritas pemerintah akan memastikan motivasi dan pelaku pembunuhan. Sementara itu Provinsi Yesuit Peru memberikan apresiasi besar kepada misionaris berusia 73 tahun itu yang sudah bekerja selama 38 tahun untuk mendidik anak-anak Peru di daerah terpencil. Dia juga menerangkan juga bahwa belakangan ada murid sekolah itu sudah mengancam Pastor Montes melalui berbagai cara lantaran murid itu dikeluarkan dari sekolah karena melanggar aturan-aturan sekolah.

Catholic Radio Network pada hari Senin 13 Agustus menyajikan berita yang diambil dari sebuah blog berita di Sudan, Afrika Tengah, tentang perang saudara yang sangat meresahkan seluruh masyarakat negara itu. Uskup Gereja Katolik di wilayah Tombura-Yambio, Mgr. Barani Eduardo Kussala, menyampaikan keprihatinannya bahwa perang itu sungguh sangat memberikan dampak negatif kepada masyarakat dan khususnya anak-anak. Sang Gembala mengutuk keras pihak-pihak yang berperang untuk melepaskan anak-anak dari keterlibatan mereka dalam berperang. Kepada media baik dalam negeri maupun luar negeri Uskup Barani mengisahkan bahwa sejumlah anak yang baru kembali dari sekolah, di tengah jalan mereka diangkut oleh para militer ke hutan. Di sana, anak-anak perempuan dipekerjakan sebagai pencuci pakaian dan pekerja dapur bagi para militer. Sedangkan anak-anak laki-laki dilatih berperang dan memegang senjata. Uskup juga menyerukan warga dunia untuk memberi tekanan kepada negera Sudan supaya membebaskan anak-anak tersebut dari alam perang.

Sebuah survey terbaru Amerika Serikat tentang motivasi umat Katolik tidak menghadiri Misa di Gereja cukup menantang untuk direnungkan.Media online Catholic News Agency pada hari Selasas 7 Agustus  melaporkan, bahwa jumlah umat Katolik Amerika Serikat yang tidak menghadiri Misa mencapai persentasi yang cukup besar. Alasannya bermacam-macam. Mereka yang hanya sekali atau dua kali dalam setahun memasuki gereja itu, ada 37 persen yang beralasan bahwa mereka bisa beriman di luar Gereja dengan cara yang lain, ada 28 persen telah mengganggap dirinya bukan sebagai orang-orang beriman yang taat, dan 23 persen mengatakan kalau mereka tidak menemukan Gereja yang diinginkanya. Bagi mereka yang sudah hampir tidak lagi ke Gereja, ada 47 persen yang senang dengan cara-cara lain menghidupi imannya di luar Gereja, ada sekitar 20 persen beralasan bahwa mereka tidak suka dengan homili-homilinya atau merasa tidak disambut, dan sekitar 20 persen juga memiliki alasan kurang waktu, masalah sakit, dan ketiadaan kehadiran gereja di tempat mereka berada.

 

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *