BERITA DUNIA SALESIAN edisi 25 Agustus 2018

Perayaan syukur peringatan kelahiran Don Bosco yang ke-203 pada tanggal 16 Agustus tahun ini dirayakan agak spesial di tempat kelahiran Yohanes Bosco, yaitu Becchi, yang sekarang menjadi komunitas Colle Don Bosco di daerah Castelnuovo. Media online ANS (Agenzia Info Salesiana) melaporkan bahwa komunitas Colle merayakan sebuah pesta spesial dan diberkati dengan kehadiran pengganti Don Bosco yang ke-10, Pastor Angel Fernandez Artime, Rektor Mayor. Perayaan itu disatukan dengan hari raya Maria Diangkat ke surga sehari sebelumnya, ketika Rektor Mayor memimpin Misa di gereja Madonna del Castello yang terletak di pusat kota lama Castelnuovo Don Bosco. Pada hari perayaan ulang tahun Don Bosco itu, diadakan pertemuan di Colle dengan tema: Tiga Terang Pada Seratus Tahun Pertama Tepat Suci” Colle Don Bosco. Pertemuan itu dihadiri juga oleh Bupati Castelnuovo, Dr Giorgio Musso, arsitek Carlo Faccio, Pastor Ezio Orsini sebagai Rektor komunitas Colle, dan Pastor Moreno Filipetto sebagai moderator pertemuan.

Rumah bagi para pengungsi Venezuela di Peru, Amerika Latin

Negara Venezuela yang sekarang secara politik dan ekonomi mengalami kegagalan, memaksakan penduduknya untuk mengungsi besar-besaran. Negara-negara tetangga menjadi tujuan para pengungsi. Seperti yang diberitakan infoans.org pada hari Jumat 24 Agustus, para pengungsi dengan banyak orang muda berusia antara 14-35 tahun memasuki negara Peru. Setiap hari ditemukan di berbagai bagian ibukota negara, Lima, wajah-wajah orang Venezuela yang lapar, takut, dan kehilangan harapan untuk hidup. Provinsi Salesian di Peru melalui “Don Bosco Foundation” mengambil inisiatif untuk membangun sebuah rumah penampungan pengungsi Venezuela yang diberi nama “Casa Don Bosco” dan diresmikan pada tanggal 24 Agustus 2018. Operasional rumah pengungsi itu menjadi kolaborasi antara Konferensi Para Uskup Peru, Penerbit Salesian, Food Bank Peru dan Don Bosco Foundation. Sampai berita ini diwartakan, otoritas Peru mencatat bahwa sudah ada sekitar 353 ribu orang Venezuela telah berada di wilayah Peru.

Pada hari terkahir Jumat 24 Agustus seminar tentang Keluarga Salesian regio Asia Timur-Tenggara, Australia, Oseania dan Pasifik (EAO) di  Anisakan-Myanmar, diadakan peringatan atas Pastor Fortunato Giacomin SDB, seorang Italia yang menghabiskan 35 tahun terkahir hidupnya di rumah induk Salesian, Anisakan. Pastor Fortunato lahir pada tahun 1920 dan meninggal dunia pada tahun 2000. Seperti diberitakan oleh ANS-Anisakan, peringatan ini dihadiri oleh para utusan berbagai wilayah Salesaian di regio yang berjumlah 30 orang. Dalam sesi seminar, mereka mempelajari kehidupan Pastor Fortunato.  Salah satu kesaksian hidupnya yang sangat mengesankan ialah ketika regim militer yang menjadikan seluruh Myanmar berideologi Sosialis, Pastor Fortunato bertahan dengan semangat hidup seorang Salesian, sementara semua misionaris dan mereka yang terkait dengan agama dikeluarkan dari negara itu. Banyak Salesian muda meninggalkan Kongregasi dan yang lain menjadi diosesan, tetapi Pastor Fortunato bertahan dan ingin mati sebagai Salesian di Myanmar.

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *