Berdoa memakai iman

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin pekan biasa ke-24, 16 September 2019. 1 Timotius 2, 1-8; Lukas 7, 1-10. Suara: frater Varet sdb (bacaan) dan pastor Minggus sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Berdoa Memakai Iman. Ada cara berdoa yang tidak memakai iman. Misalnya karena ketidaktahuan seseorang berdoa. Ia tentu tidak tahu kepada siapa ia berdoa. Orang juga berdoa dengan perbuatan berhala yang tujuannya bukan ke Tuhan. Orang berdoa dengan hati dan pikirannya penuh kejahatan untuk melawan Tuhan secara frontal. Masih ada banyak contoh lainnya.

Kita tentu ingin menghindari cara-cara tadi, dan berkomitmen untuk berdoa memakai iman kita. Situasi pikiran dan hati yang sedih, gelisah, penasaran, rindu, kesal, putus asa, dan gembira, semua ini dapat menjadi isi doa-doa kita. Bersama dengan ini yang paling penting ialah kita ucapkan sebagai syukur, pujian atau permohonan yang ditujukan kepada Tuhan yang kita percaya. Kita juga percaya bahwa Ia yang mendengarkan akan menjawab doa-doa kita. Hal ini menunjukkan bahwa kita berdoa memakai iman kita.

Ada banyak bentuk berdoa memakai iman. Dari inspirasi bacaan-bacaan hari ini paling kurang kita dapatkan dua ciri yang dapat membantu kita memperkuat devosi kita dalam berdoa. Pertama, sebuah doa yang murah hati menunjukkan kalau pendoa berdoa bagi semua pihak yang membutuhkan berkat karunia Tuhan. Santo Paulus di dalam bacaan pertama memberikan nasihat supaya kita selalu mendoakan semua orang, pemerintah dan penguasa. Melalui doa-doa ini kita ikut berpartisipasi dalam karya Allah untuk menyelamatkan semua orang.

Lawan doa yang murah hati ialah doa yang pelit, diskriminatif dan rasial. Ini pasti tidak diinginkan Tuhan, juga tentu kita yang berkehendak baik tidak mau memakai doa ini. Doa yang hanya fokus pada kesuksesan diri dan kelompok sendiri, ingin supaya sial dan kerugian menimpah pihak lain, ingin supaya mereka yang berbeda latar belakang menderita, semua ini adalah doa yang jahat.

Kedua, ketika datang kepentingan yang darurat dan mendesak, doa dan harapan kita hanya kepada Tuhan. Saat seperti ini, iman kita sungguh terasa kuat dan menuntut supaya Tuhan segera campur tangan. Ini yang terjadi dengan Perwira Romawi yang mendesak Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang hampir mati. Dalam situasi dan posisi apa pun si pendoa, dengan imannya yang begitu tulus dan kuat, Tuhan berkenan datang menemui dia yang tidak pantas, lalu memberikan jawaban atas kesulitannya. 

Berdoa memakai iman adalah mutlak dalam setiap kegiatan doa kita. Kini keputusan ada pada Anda, mau melakukannya atau tidak.

Marikah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Yesus Kristus, perkuatkanlah iman kami ketika kami berdoa kepada Bapa seperti Engkau sendiri telah ajarkan kami. Semoga kami hidup untuk selalu melakukan kehendak-Mu dan bukan kehendak kami. Salam Maria… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *