Berbagi Roh Kudus

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan Paskah ke-7, 5 Juni 2019; peringatan Santo Bonifasius, uskup dan martir. Kisah Para Rasul 20, 28-38; Yohanes 17, 11b-19. Suara: Marsel sdb (Injil) dan Bernard sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Roh Kudus. Maksud ungkapan berbagi Roh Kudus di sini ialah bahwa setelah menerima pencurahan dan dinaungi Roh Kudus, seseorang itu mendapat perutusan untuk berbagi karunia Roh Kudus itu kepada orang lain. 

Ia membagikannya sejalan dengan perutusan, misalnya sebagai orang tua yang membawa Roh Kudus itu ke dalam keluarga di mana ayah dan ibu menghadirkan relasi perkawinan mereka yang baik, sehingga berpengaruh positif bagi segenap keluarga. Masing-masing saling menyapa secara baik dan positif sehingga suka cita tumbuh di dalam keluarga. Ada begitu banyak contoh bagaimana kita masing-masing dapat berbagi Roh Kudus.

Kita mendapat contoh dari kedua bacaan pada hari ini. Yesus menguatkan para rasul dan murid-murid, bahwa hidup mereka tanpa kehadiran-Nya secara fisik adalah dalam bimbingan Roh Kudus. Mereka pasti mengalami banyak tantangan dan kesulitan, terutama ancaman para musuh Tuhan. Tetapi Roh Kudus yang penuh dalam Yesus, dibagikan semuanya kepada mereka. Demikian juga Paulus yang akan meninggalkan jemaat Efesus yang telah ia bina selama tiga tahun. Ia menjamin bahwa Roh Kudus sepenuhnya menguatkan dan membimbing mereka.

Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertama karena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Dia yang suci dan murni di dalam surga, mau berbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putera Allah menjadi Yesus Kristus, kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, maka kita harus juga berbagi.

Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadi dalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehingga mereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Masing-masing dari mereka bergerak dan keluar di setiap penjuru dunia untuk bersaksi tentang Yesus Kristus. Kita perlu juga berbuat demikian, terutama berbagi kepada orang lain.

Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikan seluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecuali menggerakan setiap pengikut Kristus untuk berbagi semangat Roh Kudus, yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruh dunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukum yang tak dilalaikan dan kepada sesama manusia yang lain, sudah merupakan tanggung setiap manusia sebagai anggota Gereja yang kudus.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya Roh Kudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu dengan sepenuh hati, supaya melalui kepenuhan Roh Kudus kami membagikannya kepada orang-orang di sekitar kami. Bapa kami… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *