BEKERJA DI KEBUN ANGGUR TUHAN

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin pekan biasa  ke-22; 3 September 2018; peringatan Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja. 1 Korintus 2,1-5; Lukas 4,16-30. Suara: Peter sdb

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bekerja Di Kebun Anggur Tuhan. Banyak atau semua dari kita paham tentang istilah “kebun anggur” Tuhan. Ini dimaksudkan untuk menyebutkan seluruh dunia, penduduknya, keadaan hidupnya, dan semua kenyataan hidup, yang menjadi tempat Tuhan dan umat-Nya berkarya. Yesus memandang bahwa umat Allah, khususnya bangsa Israel adalah kebun anggur yang kepadanya Ia diutus Bapa. Demikian juga kita yang mendapat perutusan setiap kali di akhir perayaan Misa Kudus, yang kita tujui ialah kebun anggur kehidupan nyata di keluarga, sekolah, pekerjaan, dan segala urusan lain untuk menunjang hidup kita.

Kalau di dalam kitab suci kita tahu bahwa para rasul yang diutus untuk bekerja di kebun anggur Tuhan, syarat yang dibutuh paling utama ialah penyangkalan diri. Resiko yang disampaikan dari awal sebelum perutusan ialah kalau mereka yang dipanggil memang banyak, tetapi yang dipilih sedikit. Baik syarat maupun resiko pekerjaan sebagai utusan Tuhan, untuk kita semua anggota Gereja pada saat ini sangat relevan. Kedisiplinan dan rela bertanggung jawab merupakan tuntutan dasar bagi setiap orang yang menjalankan suatu tugas publik. Mereka yang bertahan di dalam dedikasi dan kesetiaan akan suatu tugas pelayanan umumnya tidak banyak. Jadi hanya sedikit yang layak mendapatkan status sebagai pekerja-pekerja sejati.

Renungan ini hendak menarik perhatian kita kepada aspek kerja di dalam hidup kita. Faktanya ialah pekerjaan dan pelayanan ada di sekitar kita. Sepertinya di dalam waktu dan pada tempatnya selalu ada sesuatu untuk kita kerjakan. Urusan pribadi dan relasi dengan satu atau dua orang memerlukan kerja. Urusan ke banyak orang dan publik juga menuntut kerja. Mengingat kebutuhan akan kerja sangatlah mendasar dan seperti kata kitab suci, 1 Tesalonika 3,10: siapa yang tidak bekerja, tidak boleh makan, maka Yesus hendak mengajarkan kita untuk bekerja yang sebenarnya sesuai kehendak Allah. 

Setelah Roh Tuhan datang kepada-Nya, Yesus menyatakan diri-Nya siap bekerja dengan sesungguhnya sesuai perutusan yang diberikan oleh Bapa. Dia mengajarkan kita untuk bekerja: 1) di dalam rumah ibadat, yaitu bahwa kita memulai pekerjaan dengan doa mohon kekuatan dari Tuhan; 2) Dengan membaca kitab suci, yaitu bahwa kita mendasarkan pekerjaan kita pada ajaran kitab suci; 3) dengan diurapi Roh Kudus, yaitu Roh Kudus menjiwai dan membuat pekerjaan-pekerjaan kita lancar; 4) untuk membawa pesan kabar suka cinta dan pengharapan kepada orang-orang miskin; 5) memberikan solusi kepada mereka yang tertawan, pengelihatan bagi yang buta, kebebasan bagi yang dihukum penjara, harapan bagi yang putus asa. Sebagai pengikut-pengikut-Nya kita pantas mengikuti dan bekerja seperti diri-Nya.

Marilah kita berdoa. Ya Yesus, ajarilah kami untuk bekerja yang benar sesuai dengan tugas dan panggilan kami masing-masing. Bapa kami…Dalam nama…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *