Atas penentuan Allah

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan biasa ke-27, 9 Oktober 2019. Yunus 4, 1-11; Lukas 11, 1-4. Suara: frater Kiky sdb (bacaan) dan pastor Peter sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Atas Penentuan Allah. Kalimat tema ini diambil dari kitab nabi Yunus dalam bacaan pertama hari ini. Yunus dalam pergulatan menaati kehendak Tuhan berkeyakinan bahwa kota Niniwe bakal binasa dan lenyap. Tetapi kehendak Tuhan berbeda dengan keyakinan Yunus. Tuntutan Yunus berisi kemarahan kepada Tuhan, karena berulang kali yang ia hadapi ialah atas penentuan Allah, terjadi apa yang tidak ia pahami. Atas penentuan Tuhan saja, kota Niniwe dan penduduknya diampuni Tuhan.

Setiap bentuk ungkapan pikiran dan hati kita, termasuk kemarahan seperti Yunus, untuk bisa sampai kepada Tuhan, selalu melalui salurannya yaitu doa. Kita berdoa untuk menyatakan berbagai macam maksud dan kepentingan supaya Tuhan Allah berkenan mendengar dan mengabulkan. Berbeda tiap-tiap orang berbeda pula motivasi dan kepentingannya dalam berdoa. Ada yang menyatakannya dengan marah seperti Yunus karena keinginannya tak tercapai, ada yang penuh harapan, ada lain yang memakai penyesalan dan lain lagi minta pengampunan. Masih banyak sekali motivasi dan maksud doa-doa kita. 

Tuhan Yesus mengajarka kita untuk berdoa meminta terjadilah apa yang sesuai kehendak Allah. Karena atas penentuan Allah itu, kehendak-Nya terlaksana sehingga yang utama ialah Tuhan yang punya penentuan dan bukan keinginan kita manusia. Kita hanya dapat meminta, mengharapkan dan memohon di dalam doa-doa. Tetapi hasil akhirnya biarlah Tuhan yang menentukan dan kita menerima dengan iman-ketaatan kita.

Gampang bagi Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya, tetapi sulit bagi manusia untuk mengerti dan menerima. Tak ada mustahil bagi Tuhan untuk terlaksana kehendak-Nya. Sulit bagi kita manusia karena sering ia belum siap menerima kenyataan yang dikehendaki Allah, bahkan ia nekat kecewa dan marah kepada Tuhan. Rupanya para rasul menemui kesulitan ini juga sehingga mereka minta Yesus untuk memberikan solusinya. Lalu diajarkanlah mereka doa-Nya sendiri, yaitu doa Bapa Kami. Di dalam doa ini Yesus berdoa bersama kita, maka kita tidak perlu kecewa atau marah. Kita minta terjadilah kehendak Bapa, bahwa yang ada dan terjadi pada kita adalah atas penentuan Allah.

Kita memohon terjadi kehendak Allah atas kemuliaan nama-Nya melalui setiap pujian dalam hati dan kata-kata kita, atas kedatangan kerajaan di dunia supaya menguasai hidup kita, atas tersedianya makanan dan minuman bagi raga kita, atas keampuan rahmat pengampunan supaya menghadirkan suka cita dan damai dalam setiap pikiran dan hati manusia, atas terbebasnya kita dari segala pencobaan si jahat, dan atas kesetiaan kita sebagai anak-anak yang dikasihi Bapa. Kita sangat beruntung dapat berdoa bersama Tuhan Yesus.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami mengerti dan menerima setiap kehendak Bapa yang terjadi pada kami. Bapa kami… Dalam nama Bapa… 

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *