5 poin pembuka mata tentang Salesian Buletin

Selama lima hari, 25-29 Mei 2019, dilakukan pertemuan internasional para editor atau pemimpin redaksi majalah Kongregasi Salesian Don Bosco (SDB), yang diselenggarakan oleh Departmen Komunikasi Sosial Kongregasi yang berkantor di Roma, Italia. Pertemuan ini diadakan di rumah milik kongregasi para Frater La Salle, yang sebagian rumah pusat mereka di Roma dikomersialkan sebagai hotel dan penginapan.1

Di antara semua sesi yang diikuti oleh partisipan yang datang dari 47 negara di mana Salesian bekerja, sesi tentang Salesian Buletin dalam perspektif sejarah yang di sampaikan oleh pemateri, Pastor Francesco Motto SDB, menjadi masukan yang membuka mata tentang esensi dan misi Salesian Buletin. Paling kurang ada 5 poin yang digali dari sejarah adanya majalah utama Kongregasi ini

  • Majalah resmi SDB

Di dalam aturan-aturan Kongregasi dan dokumen-dokumen resmi disebutkan bahwa Salesian Buletin adalah satu-satunya majalah resmi SDB di seluruh dunia. Majalah dicetak dalam berbagai bahasa berdasarkan penggunaannya oleh negara dan budaya tempat para SDB hidup dan bekerja. Semua isi dalam majalah ini merefleksikan satu pesan utama, yaitu untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa, seperti yang diamanatkan oleh Konstitusi SDB artikel 21. Di dalam setiap penerbitannya, tiga unsur “resmi”-nya harus dipenuhi: logo SDB, sambutan pimpinan umum SDB, dan sambutan provinsial.

  • Majalah milik Keluarga Salesian

Salesian Buletin menjadi sebuah produk komunikasi Salesian yang menjadi alat yang menghubungkan dan menyatukan para anggota dalam Keluraga Salesian. Kepada dunia di luar Salesian, majalah ini dipandang sebagai majalah milik Keluarga Salesian. Isi majalah ini sedapat mungkin merepresentasi informasi pengetahuan tentang para Salesian dan semangat hidup mereka menurut Santo Yohanes Bosco. Para Salesian yang berisi sejumlah anggota di dalam Keluarga Salesian memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam memperkayai isi majalah ini.

  • Majalah yang didirikan oleh Don Bosco.

Pada tahun 1875 Kongregasi SDB untuk pertama kali mengirim kelompok pertama misionarisnya ke Patagonia, Argentina. Untuk mendukung karya para SDB yang terdiri dari imam, bruder, dan frater itu, Don Bosco membutuhkan dukungan para awam yang sudah sekian lama menjadi sabahat dan para donaturnya. Dari para awam itu ada sejumlah dari mereka yang terseleksi untuk menjadi para Kooperator Salesian, sebuah panggilan untuk menghidupi semangat Salesian di dalam dunia dan masyarakat. Maka pada tahun 1876, Asosiasi Kooperator Salesian didirikan. Selanjutnya, untuk menghubungkan dan menyatukan setiap orang dan elemen di dalam hidup mereka di tempat dan budaya yang berbeda-beda, Don Bosco memulai publikasi Salesian Buletin dalam bentuk cetakan, dalal bulan Februari tahun 1877.

  • Majalah bukan untuk para SDB

Pembaca utama Salesian Buletin bukan para SDB. Itu adalah semangat awal Don Bosco ketika pertama kali membuatnya. Sebenarnya majalah ini diperuntukan bagi para orang dewasa pada umumnya, dan khususnya mereka yang ada di dalam Keluarga Salesian yang bukan SDB. Menurut Don Bosco, majalah ini sebanyak mungkin menjangkau sebanyak mungkin orang dewasa awam, supaya mereka mendapatkan masukan pengetahuan iman, nilai-nilai kristiani dan moral hidup yang baik. Karena bukan untuk orang-orang muda, orang dewasa yang mendapatkan keuntungan rohani melalui Salesian Buletin dapat memberikan kontribusinya kepada orang-orang muda di sekitar kehidupan mereka.

  • Majalah bukan untuk dijual-belikan

Don Bosco berusaha mendapatkan dana untuk pembiayaan produksi majalah ini dari sumbangan para pembaca, utamanya ialah dari para donatur yang melanggan Salesian Buletin dengan rutin. Tidak ada dana yang disiapkan secara khusus oleh kantor pusat Kongregasi, khususnya Departmen Komunikasi Sosial. Majalah ini tidak untuk komersial, oleh karena itu tidak berorientasi untuk memberdayakan iklan-iklan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan usaha penerbitan publik. Tetapi Salesian Buletin terus berusaha untuk berproduksi dengan segala kapasitas dan profesionalismenya, agar dapat menampilkan kemuliaan Tuhan secara benar dan memajukan keselamatan jiwa-jiwa. Dengan prinsip ini, dukungan pendanaan akan tersedia dengan bantuan dari segala bentuk kemurahan hati.

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *